PRAMUKA MENJADI EKSKUL ‘WAJIB’ DI SMAN 12 KABUPATEN TANGERANG

Teluknaga (24/01), Sebagai impementasi Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Menengah, SMAN 12 Kab. Tangerang di Teluknaga melaksanakan ekskul wajib kepramukaan. Sesuai dengan Permendikbud tersebut, SMAN 12 melaksanakan model blok yang dibagi menjadi 2 blok pada semester 1 dan semester 2.

Kepala SMAN 12 Kab. Tangerang Pahruroji, S.Pd., M.Pd., menekankan kepada seluruh peserta didik untuk mengikuti kegiatan ini karena nilai harus ada di rapot dan dapat menentukan kenaikan kelas.

Sementara itu, Wakasek Kurikulum SMAN 12 Kab. Tangerang Drs. Waluya mengatakan, kegiatan ekskul wajib kepramukaan di SMAN 12 ini masuk kedalam program kurikulum.

“Kami susun dari awal tahun pelajaran dan sesuai dengan program pramuka disekolah ini. Tidak menutup kemungkinan tahun pelajaran yang akan datang akan menjadi mata pelajaran muatan lokal”, jelas Waluya.

Kegiatan ini dibagi menjadi 2 kali, yaitu blok-1 pada tanggal 23-24 Juli 2016 yang merupakan rangkaian dari PLS Tahun 2016. Namun karena belum mencapai 36 jam pelajaran, maka dilanjutkan pada blok-2 pada tanggal 21-22 Januari 2017.

Menurut Pembina Pramuka SMAN 12 Kab. Tangerang Bambang Sri Suhemi, “Kegiatan ekskul wajib ini kami laksanakan dengan menggunakan model blok, tapi penilaian di kelas juga tetap kami lakukan dan bekerja sama dengan guru mata pelajaran. Karena setiap akhir semester harus ada nilai pramuka minimal B. Kalau kurang dari B, maka akan berpengaruh pada kenaikan kelas. Pada kegiatan reguler, ambalan yg sudah ada tetap aktif dan nilai ekskulnya terpisah dari ekskul wajib”.

Ditambahkan oleh mantan Ketua Kwarran Teluknaga ini, pelaksanaan kegiatan ekskul wajib ini belum sempurna, karena belum ada SOP yang detail. Permendikbud nomor 63 tahun 2014 tidak mengatur hal-hal yang sangat teknis. “Kita pun harus menyesuaikan dengan kondisi gudep masing. Sebagai contoh di SMAN 12 saja baru ada 5 Pembina yang sudah KMD, sementara kelas 10 ada 10 rombel. Artinya masih kurang pembina penegak, yang pasti kegiatan ini berikut penilaiannya harus tetap mengacu pada permendikbud ini” tegasnya.

Sejak berdiri tahun 2003, Ambalan Bahari Wibawa Chakti pada Gudep 20147-20147 SMAN 12 Kab. Tangerang telah banyak mengukir prestasi tingkat Ranting sampai dengan tingkat Nasional, antara lain Raimuna Nasional tahun 2008, Perkemahan Wirakarya Nasional tahun 2011.

Saat ini pramuka di SMAN 12 Kab. Tangerang menjadi barometer Pramuka Penegak berikut satuan karyanya di wilayah Teluknaga dan sekitarnya. (hms)

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *